Pages

Minggu, 18 Januari 2026

Cahaya Iman di SD Negeri 6 Dongko : Peringatan Isra Mi'raj 1447 H

Sabtu, 17 Januari 2026, Peringatan Isra Mi'raj 1447 H

Pagi itu, udara di Kecamatan Dongko terasa sejuk. Namun, suasana di halaman SD Negeri 6 Dongko tampak berbeda dari biasanya. Tidak ada suara pantulan bola basket atau teriakan anak-anak yang berlarian. Sebaliknya, terdengar lantunan selawat yang syahdu memecah keheningan pagi.

Hari itu, seluruh keluarga besar sekolah berkumpul untuk memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2026 M . bertempat di ruang kelas 4 dan 5 yang digabung.

Kemeriahan yang Khidmat

Siswa-siswi tampak rapi mengenakan pakaian muslim. Siswa laki-laki dengan baju koko dan peci, sementara siswa perempuan terlihat anggun dengan kerudung berwarna-warni. Halaman sekolah telah disulap menjadi tempat pertemuan yang nyaman dengan bentangan karpet dan panggung sederhana yang didekorasi dengan dekorasi bernuansa Islami.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh salah satu siswa berprestasi (Fino :3, dan Salma ;5)  Suaranya yang jernih membuat seluruh hadirin terdengar penuh khidmat. Kepala Sekolah SD Negeri 6 Dongko dalam sambutannya menyampaikan pesan penting:

"Peringatan Isra Mi'raj bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini adalah momen bagi kita semua, terutama anak-anakku sekalian, untuk meneladani kedisiplinan Rasulullah, terutama dalam menjalankan shalat lima waktu sebagai oleh-oleh perjalanan agung beliau."

Hikmah dan Kebersamaan

Acara puncak diisi dengan tausiyah singkat yang dibawakan dengan gaya jenaka namun penuh arti oleh seorang penceramah lokal. Bapak Mugi Ismail Carito selaku tokoh masyarakat dan ketua Komite Sekolah memberi ceramah dan menceritakan perjalanan malam Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga naik ke Sidratul Muntaha. Gelak tawa sesekali pecah saat penceramah menyelipkan kuis berhadiah untuk para siswa yang bisa menjawab pertanyaan seputar sejarah Islam.

Tidak hanya mendengarkan ceramah, acara juga dimeriahkan oleh penampilan grup rebana sekolah. Tabuhan terbang yang ritmis mengiringi pujian-pujian kepada Baginda Nabi, membuat semangat spiritual semakin terasa di lingkungan sekolah.

Penutup yang Berkesan

Acara diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan seluruh warga sekolah, serta bangsa Indonesia. Sebagai penutup, para siswa makan bersama dalam suasana kekeluargaan, membawa bekal dari rumah masing-masing untuk saling berbagi.









0 komentar:

Posting Komentar