Pages

Selasa, 25 November 2025

WALI MURID YANG LUAR BIASA

 

Salah satu fokus utama adalah penyusunan rencana kegiatan akhir tahun yang melibatkan seluruh siswa, mulai dari agenda pembiasaan, penguatan karakter, hingga kegiatan kebersamaan yang mendukung tumbuh kembang anak. Selain itu, persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Ujian Sekolah juga dibahas secara mendalam. Guru menjelaskan strategi pembelajaran, kebutuhan pendampingan di rumah, serta jadwal pengayaan agar siswa dapat mempersiapkan diri dengan maksimal.

Walimurid turut memberikan masukan terkait dukungan belajar, pengelolaan waktu, serta kebutuhan tambahan yang dapat membantu anak-anak lebih siap secara mental maupun akademik. Semangat gotong royong sangat terasa, menunjukkan bahwa keberhasilan siswa adalah tanggung jawab bersama.

Melalui musyawarah ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara sekolah dan orang tua, sehingga setiap program dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi seluruh siswa kelas 6. Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju persiapan yang matang, terkoordinasi, dan penuh harapan.

Rabu Ceria

Rabu pagi di SD Negeri 6 Dongko selalu disambut dengan semangat yang berbeda. Udara sejuk pedesaan menjadi saksi dimulainya "Rabu Ceria," sebuah agenda mingguan yang dinanti-nanti: senam bersama. Pagi itu, lapangan sekolah sudah ramai oleh barisan rapi siswa-siswi dari kelas 1 hingga kelas 6, dengan hijaunya pepohonan di sekitar, memancarkan aura kegembiraan yang menular.

Senam yang mereka lakukan bukanlah senam biasa. Pagi itu, mereka bersemangat menyambut "Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" atau yang lebih dikenal dengan Senam G7AIH. Senam ini merupakan inisiatif dari pemerintah untuk menanamkan tujuh kebiasaan positif sejak dini, yaitu Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Aktif Bermasyarakat, dan Tidur Cepat/Tepat Waktu. Gerakan-gerakan dalam senam G7AIH ini didesain ceria, mudah diikuti, dan mengandung makna yang dalam, menjadikannya metode yang efektif untuk pendidikan karakter.

Anak-anak kelas 1 yang mungil berdiri di barisan paling depan, mencoba meniru setiap gerakan dari kakak-kakak kelas 6 yang sudah lebih lincah. Dipimpin oleh guru PJOK, Bapak Dika, musik senam mulai mengalun. Irama riang dan lirik lagu yang inspiratif langsung memicu semangat.

Awalnya adalah gerakan-gerakan pemanasan yang lembut, mengayunkan tangan ke atas melambangkan semangat Bangun Pagi dan kesiapan menyambut hari. Kemudian, gerakan menunduk dan merapatkan tangan ke dada yang menyimbolkan nilai Beribadah, mengingatkan mereka untuk selalu bersyukur. Saat masuk ke inti senam, tempo musik meningkat. Gerakan melompat dan berlari di tempat menjadi cerminan dari kebiasaan Berolahraga yang energik, membuat keringat mulai membasahi dahi mereka.

Terdengar tawa riang ketika anak-anak memperagakan gerakan 'makan', dengan tangan pura-pura menyuap, yang merupakan representasi dari pentingnya Makan Sehat dan Bergizi. Mereka kemudian membuat gerakan 'membaca buku', sebuah visualisasi yang sederhana namun kuat untuk menanamkan kebiasaan Gemar Belajar. Gerakan bersalaman dan berinteraksi yang diikuti oleh semua siswa, tanpa memandang tingkatan kelas, menunjukkan makna Aktif Bermasyarakat dan kepedulian sosial. Puncak dari senam adalah gerakan pendinginan yang menenangkan, mengingatkan mereka untuk beristirahat dengan cukup melalui kebiasaan Tidur Cepat/Tepat Waktu.

Bagi siswa-siswi SD Negeri 6 Dongko, Rabu Ceria dengan Senam G7AIH bukan hanya tentang aktivitas fisik semata. Ini adalah pembelajaran yang terintegrasi, di mana nilai-nilai luhur bangsa ditanamkan melalui keceriaan dan gerak. Mereka tidak hanya melatih otot, tetapi juga mendidik karakter, membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan unggul sesuai dengan harapan program G7AIH. Setelah pendinginan, mereka kembali ke kelas dengan wajah berseri dan tubuh yang lebih segar, siap melanjutkan pelajaran dengan semangat baru. Rabu Ceria ini sukses, sekali lagi, menorehkan jejak kebiasaan baik dalam diri setiap anak Indonesia Hebat.

Senin, 24 November 2025

HGN KE 80 TAHUN 2025

Setiap tanggal 25 November, bangsa Indonesia bersatu dalam satu rasa, satu makna, dan satu penghormatan untuk merayakan Hari Guru Nasional (HGN). Peringatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum yang mengajak seluruh elemen bangsa untuk meneguhkan kembali penghargaan terhadap para pendidik para pahlawan tanpa tanda jasa yang senantiasa berjuang mencerdaskan generasi dari masa ke masa. Pada tahun 2025, semangat peringatan Hari Guru Nasional semakin kuat dan relevan dengan tema yang diusung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yaitu “Guru Hebat, Indonesia Kuat.” Tema ini bukan hanya slogan inspiratif, melainkan cerminan bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh ketangguhan dan kehebatan para guru dalam menjalankan pengabdian profesionalnya.

Di SD Negeri 6 Dongko, peringatan Hari Guru Nasional 2025 dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan, kehangatan, dan rasa syukur. Sejak pagi hari, suasana sekolah telah dipenuhi aura semangat yang berbeda. Para guru, siswa, dan seluruh warga sekolah berbaur dalam kegiatan yang dirancang untuk merefleksikan perjuangan, keteladanan, dan peran penting guru dalam perjalanan pendidikan bangsa. Kehadiran guru sebagai sosok yang membimbing, menuntun, dan menginspirasi tidak hanya dirasakan dalam ruang kelas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari anak-anak yang tengah menapaki proses menjadi insan yang berkarakter, cerdas, dan berakhlak mulia.

Peringatan dimulai dengan upacara sederhana namun penuh makna. Para siswa berdiri dengan rapi, menyanyikan lagu “Hymne Guru” dan “Terima Kasih Guruku” dengan suara lantang dan penuh penghormatan. Lagu-lagu tersebut menggema di halaman sekolah, membangkitkan rasa haru dan bangga bagi para guru yang mendengarkannya. Ketulusan suara anak-anak itu seakan menjadi pengingat bahwa tugas guru memang berat, namun berbuah manis ketika melihat generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang siap menghadapi masa depan. Pada momen tersebut, terlihat jelas bahwa hubungan antara guru dan murid bukan hanya hubungan formal dalam proses pembelajaran, tetapi juga hubungan emosional yang sarat dengan nilai-nilai keteladanan, kasih sayang, serta bimbingan yang tulus.

Kepala SD Negeri 6 Dongko dalam sambutannya menegaskan bahwa tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” membawa pesan mendalam tentang pentingnya peningkatan kompetensi, dedikasi, dan integritas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan Indonesia. Di era yang terus berkembang, guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga menjadi fasilitator pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung kualitas pendidikan. Guru hebat adalah mereka yang terus belajar, terus berkembang, dan terus berinovasi tanpa henti demi kepentingan murid-muridnya. Sebab, hanya dengan guru yang hebatlah pondasi keilmuan dan karakter generasi bangsa dapat dibangun dengan kokoh sehingga Indonesia mampu berdiri kuat dalam menghadapi dinamika global.

Selain upacara, peringatan di SD Negeri 6 Dongko juga diisi dengan berbagai kegiatan apresiasi dari para siswa. Ada penampilan puisi khusus untuk guru, pembacaan refleksi tentang makna pendidik, persembahan lagu, hingga pemberian kartu ucapan dan bunga buatan tangan sebagai simbol cinta dari murid untuk gurunya. Setiap karya yang ditampilkan bukan semata sebagai pertunjukan, tetapi lahir dari ketulusan hati anak-anak yang begitu menghargai bimbingan yang mereka terima setiap hari. Para guru yang menyaksikan tampak tersenyum haru, seolah mendapatkan energi baru untuk terus melanjutkan perjuangan mereka di dunia pendidikan.

Di sela rangkaian acara, para guru juga diajak untuk berbagi pengalaman mengajar, kisah inspiratif, dan tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan tugas. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama bahwa menjadi guru bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan kesabaran, komitmen yang kuat, jiwa sosial yang tinggi, serta kemampuan untuk terus memahami kondisi murid yang semakin beragam. Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga mendengarkan, memotivasi, dan memberikan keteladanan. Mereka hadir sebagai cahaya yang menerangi jalan bagi murid-muridnya yang sedang mencari arah dan masa depan.

Peringatan Hari Guru Nasional di SD Negeri 6 Dongko ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan. Kepala sekolah menekankan bahwa guru hebat tidak akan bisa bekerja sendirian. Dibutuhkan sinergi yang kuat dari semua pihak untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inspiratif. Dengan keterlibatan orang tua dan masyarakat, kehadiran guru akan semakin dihargai dan peran mereka dalam membentuk karakter bangsa akan semakin terasa dampaknya.

Pada akhir acara, seluruh guru mendapatkan ucapan terima kasih khusus dari para siswa dan warga sekolah. Ucapan itu disampaikan dengan penuh penghargaan, seolah menjadi penyemangat baru bagi para guru untuk terus bekerja dengan sepenuh hati. Meskipun tantangan dunia pendidikan semakin kompleks, perhatian dan apresiasi seperti ini menjadi pengingat bahwa pengabdian guru sangat berarti bagi masa depan bangsa.

Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di SD Negeri 6 Dongko ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kekuatan bagi seluruh pendidik dalam menjalankan tugas mulia mereka. Semua berharap agar para guru senantiasa diberikan kesehatan, keteguhan hati, serta semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri demi memajukan pendidikan di Indonesia.

Melalui peringatan ini, SD Negeri 6 Dongko ingin menegaskan bahwa guru adalah kunci utama bagi tegaknya pendidikan bangsa. Dengan guru yang hebat yang bekerja dengan hati, berdedikasi tinggi, dan senantiasa berinovasi maka generasi penerus bangsa akan tumbuh menjadi insan-insan yang cerdas, berkarakter, dan mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang kuat dan bermartabat. Semoga semangat Hari Guru Nasional tahun ini senantiasa menginspirasi seluruh warga sekolah untuk terus mengapresiasi, menghormati, dan mendukung peran guru dalam pembangunan pendidikan nasional.







Kamis, 20 November 2025

SURVEY LINGKUNGAN BELAJAR

Menggali Kualitas Pembelajaran Melalui Sulingjar: Kolaborasi Suara Siswa dan Orang Tua


Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) merupakan instrumen penting dalam ekosistem pendidikan di Indonesia. Tujuannya adalah memotret secara komprehensif berbagai aspek input dan proses pembelajaran yang secara fundamental memengaruhi hasil belajar murid. Dalam konteks satuan pendidikan, Sulingjar bukan hanya sekadar pengumpulan data, melainkan upaya reflektif untuk Perencanaan Berbasis Data (PBD) guna peningkatan mutu sekolah.

Komposisi responden yang melibatkan unsur siswa dan wali murid secara terpisah, sebagaimana yang diterapkan, memberikan kedalaman analisis yang multidimensi. Survei ini melibatkan 15 anak kelas 5 dan 6 yang dipilih secara acak. Siswa di jenjang akhir sekolah dasar ini dipandang memiliki kematangan kognitif dan pengalaman belajar yang cukup untuk menilai kualitas pembelajaran, iklim keamanan sekolah, dan praktik pengajaran guru di kelas. Responden siswa ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berfokus pada pengalaman langsung mereka di lingkungan sekolah. Aspek yang disoroti antara lain: sejauh mana mereka merasa aman dan dihargai, bagaimana guru memberikan umpan balik, dan seberapa inklusifnya lingkungan belajar. Jumlah 15 responden, meskipun kecil, harus representatif untuk memberikan gambaran jujur dari perspektif pengguna utama layanan pendidikan.


Di sisi lain, keikutsertaan 30 responden dari unsur wali murid, khususnya yang berasal dari wali kelas 1, 2, 3, dan 4, menghadirkan sudut pandang eksternal yang kritis namun konstruktif. Wali murid memiliki peran sentral sebagai mitra sekolah dalam mendukung proses belajar. Mereka dapat memberikan masukan mengenai komunikasi sekolah, dukungan orang tua terhadap program sekolah, dan persepsi mereka terhadap iklim kebhinekaan serta rasa aman di satuan pendidikan. Pemilihan acak wali murid dari kelas yang lebih rendah (1-4) menjamin keragaman perspektif, mengingat wali murid kelas 1 mungkin memiliki pandangan berbeda tentang adaptasi sekolah dibandingkan wali murid kelas 4 yang sudah lebih lama terlibat. Total 30 wali murid ini memberikan bobot data yang signifikan dari sisi komunitas.









Rabu, 19 November 2025

BIAS SD

 Selasa, 18 November 2025 BIAS dari PKM Dongko di SD Negeri 6 Dongko penuh drama





Senin, 10 November 2025

Implementasi PM di Sekolah

Senin, 10 November 2025 SDN 6 Dongko melaksanakan implementasi PM berupa Diseminasi Pembelajaran Mendalam bersama 8 DPL. Kegiatan dilakukan ngobrol bareng, santai tetapi bermakna bersama rekan rekan GTK setelah KBM selesai. Suasana fleksibel membuat seluruh guru lebih mudah menangkap esensi dan memaknai perubahan praktik pembelajaran secara kontekstual di kelas masing-masing. Guru saling berbagi pengalaman, contoh kasus, skenario, refleksi, sekaligus strategi untuk menguatkan kualitas pembelajaran. Implementasi PM ini menegaskan bahwa transformasi belajar tidak hanya sebatas teori, tetapi nyata, bertahap, konsisten, dan tumbuh dari internal sekolah sendiri menuju mutu yang lebih baik


Minggu, 09 November 2025

PERINGATAN HARI PAHLAWAN 2025 “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.”


Untuk mengenang dan menghargai pengorbanan Para Pahlawan, Presiden Soekarno secara resmi menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) No. 316 Tahun 1959, yang ditandatangani pada tanggal 16 Desember 1959. 
Senin, 10 November 2025, SDN 6 Dongko melaksanakan kegiatan Peringatan Hari Pahlawan bersama seluruh GTK dan murid-murid sebagai momentum refleksi sejarah, penumbuhan semangat nasionalisme, serta penguatan karakter Dimensi Profil Lulusan. Peringatan Hari Pahlawan bukan hanya mengenang masa lalu, namun menjadikan nilai perjuangan sebagai energi transformatif untuk masa depan pendidikan bangsa. Para guru memberikan keteladanan tentang makna rela berkorban, pantang menyerah, semangat persatuan, integritas dan tanggung jawab. Sementara murid-murid mengikuti kegiatan dengan sikap khidmat, tertib, penuh antusias, dan menunjukkan rasa hormat terhadap jasa para pahlawan.

Dalam kegiatan ini ditampilkan pembacaan pesan perjuangan pahlawan, menyanyikan lagu nasional, p, serta doa bersama untuk para pahlawan Indonesia. Guru mengajak murid untuk memahami bahwa pahlawan masa kini bukan hanya mereka yang bertempur di medan perang, namun siapapun yang memberikan karya nyata, ide, inovasi, kontribusi, perubahan baik, dan karakter positif untuk kemajuan negeri.

Melalui kegiatan peringatan Hari Pahlawan 2025 ini, SDN 6 Dongko berkomitmen melanjutkan perjuangan bangsa melalui pendidikan bermutu, layanan terbaik, budaya sekolah positif, pembiasaan karakter unggul, serta menjadikan setiap murid sebagai generasi penerus yang memiliki integritas, prestasi, nasionalis, berdaya saing global, dan cinta tanah air Indonesia.






Rabu, 05 November 2025

EXTRA TAKROW

 EXTRA TAKROW

KIA (Jemput Bola oleh Dukcapil)

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten tTENGGALEK  kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat melalui program Jemput Bola Adminduk Siap Turun Langsung. Petugas Tim Pelayanan Dukcapil , melakukan  pelayanan langsung pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) di SDN 6 Dongko, Rabu 5 Oktober 2025





 Pemotretan KIA dari DUKCAPIL Kab. Trenggalek

Selasa, 04 November 2025

Belajar dan Belajar, Pemanfaatan IFP (Interactive Flat Panel)

IFP (Interactive Flat Panel): Ini adalah perangkat layar sentuh modern yang berfungsi sebagai media interaktif untuk pembelajaran digital, presentasi, dan kolaborasi, yang sering disamakan (secara keliru) dengan Smart TV. IFP digunakan untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih menarik di lingkungan pendidikan




 

Minggu, 02 November 2025

Kotak Berbagi

 Belajar bermanfaat 




Pojok Diskusi , bincang2 arah raung kelas yg nyaman bagi penghuninya

 

Pojok Diskusi hadir sebagai ruang kecil yang memberi makna besar bagi suasana kelas. Di tempat ini, guru dan siswa dapat berbincang santai untuk membahas berbagai hal, mulai dari ide pembelajaran, permasalahan kecil di kelas, hingga gagasan kreatif untuk membuat lingkungan belajar semakin nyaman. Melalui bincang-bincang ringan tersebut, setiap penghuni kelas merasa dihargai pendapatnya. Mereka bebas menyampaikan apa yang dirasakan tanpa tekanan. Suasana akrab yang tercipta di Pojok Diskusi membantu menumbuhkan rasa memiliki terhadap ruang kelas. Dari ruang kecil itu pula lahir berbagai kesepakatan bersama tentang bagaimana menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan kelas. Pojok Diskusi bukan hanya tempat berbicara, tetapi juga ruang untuk memahami, menyampaikan aspirasi, dan membangun kebersamaan. Dengan demikian, ruang kelas menjadi lingkungan yang benar-benar nyaman, mendukung pembelajaran, dan menyenangkan bagi semua yang ada di dalamnya.